Akademik

Materi -Materi Yang Berhubungan Dengan Mata Kuliah Anda bisa Anda Dapatkan Pada Halaman Ini !!!

(Klick link dari materi yang dimaksud )

Kajian Kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi
Ditulis oleh ppgi di/pada 18 Juli 2008
A. Latar Belakang

Berdasarkan SKRT 2004 39 % penduduk Indonesia kelompok umur >15 tahun menderita penyakit gigi dan mulut, hanya 28 % diantaranya yang menerima perawatan gigi dari perawat gigi, dokter gigi dan dokter gigi spesialis, 72 % belum menerima perawatan gigi. Dari 26.122 penduduk kelompok umur > 15 tahun yang bekerja di sektor kesehatan hanya 1 % (362), dan dari 362 tenaga kesehatan 16 % diantaranya perawat dan sebagian besar berada di Puskesmas (22%) yang tersebar di seluruh wilayah negara Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara berkembang sehingga petugas kesehatan khususnya kesehatan gigi belum tersebar secara merata sesuai standar. Pada daerah tertentu ada Puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter gigi sehingga karena kebutuhan lapangan / permintaan masyarakat sehingga perawat gigi banyak berperan. Di sisi lain dengan semakin majunya perkembangan ilmu kedokteran gigi maka profesi dokter gigi semakin terspesialisai sehingga pelayanan kesehatan gigi yang di berikan oleh dokter gigi umum (general practice) mengalami gambaran “semu” antara profesi dokter gigi dan perawat gigi. Karena keadaan tersebut maka institusi pendidikan kesehatan yang mendidik profesi dokter gigi dan perawat gigi perlu mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki dan keadaan di lapangan.

Institusi pendidikan di Indonesia yang mendidik perawat gigi adalah Jurusan Kesehatan Gigi. Proses belajar mengajar di Jurusan Kesehatan Gigi mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi tahun 2003 berdasarkan Kepmenkes Nomor HK.00.06.1.2.1190.1. Nama institusi pendidikan perawat gigi yaitu Jurusan Kesehatan Gigi diusulkan diubah menjadi Jurusan Keperawatan Gigi berdasarkan hasil pertemuan tanggal 24 Juni 2008 di Bapelkes Cilandak Jakarta antara organisasi profesi perawat gigi yaitu Persatuan Perawat Gigi Indonesia dan dihadiri oleh pejabat dilingkungan Depkes (Badan PPSDM, Pusdiknakes, Pusrenakes, Puspronakes, Tim penyusunan kurikulum tenaga kesehatan) serta wakil institusi pendidikan (JKG Jakarta) dan Ketua Forum Komunikasi JKG. Pada pertemuan tersebut dijabarkan antara lain Perawat Gigi masuk dalam rumpun keperawatan tetapi perawat gigi bukan perawat (nurse), hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menkes Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi. Kategori kelompok keperawatan adalah perawat, bidan dan perawat gigi.

Keuntungan perawat gigi termasuk dalam kelompok keperawatan tetapi bukan perawat (nurse) :

  1. Perawat Gigi sebagai profesi yang mandiri
  2. Memenuhi kebutuhan program yang ditentukan Pemerintah dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut
  3. Perawat Gigi sebagai mitra kerja Dokter Gigi
  4. Perawat Gigi dapat memberikan pelayanan asuhan sesuai dengan ilmu yang dimililiki
  5. Perawat Gigi dapat menjalankan tugas, tanggung jawab sesuai dengan profesinya
  6. Perawat Gigi dapat mengembangkan jati dirinya
  7. Perawat Gigi dapat mengembangkan karir sesuai dengan profesinya
  8. Meningkatkan percaya diri pada Perawat Gigi


Menindaklanjuti usul perubahan nama Jurusan Keperawatan Gigi dan mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terkini serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu adanya kurikulum pendidikan keperawatan gigi. Draft kurikulum jurusan keperawatan gigi yang akan disusun mempertimbangkan dan mengacu pada :

  1. PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.
  2. Surat Keputusan Menkes Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi
  3. Surat Keputusan Menkes Nomor 1019/Menkes/SK/VII/2000 tentang Registrasi dan Izin Kerja Perawat Gigi.
  4. Surat Keputusan Bersama Menkes dan Kesos dan Kepala BKN No. 728/MENKES/ KESOS/ SKB/ VII/ 2001 dan No. 32A Tahun 2001 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi dan angka kreditnya.
  5. Surat Keputusan MENPAN No. 22/KEP/M.PAN/4/2001tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya
  6. Surat Keputusan Menkes No. 1208/MenKes /SK/ XI/2001 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi
  7. Surat Keputusan Menkes Nomor : 1192/MENKES/PER/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang jenis pendidikan Diploma di bidang kesehatan
  8. Surat Keputusan Menkes Nomor 284/MENKES/IV/2006 tanggal 21 April 2006 tentang Standar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut.
  9. Surat Keputusan Menkes Nomor 378/Menkes/SK/III/2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Standar Profesi Perawat Gigi dan Kode Etik Perawat Gigi.
  10. Undang-undang Praktek Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004.


Penyusunan draft kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi disusun berdasarkan rekomendasi hasil evaluasi kurikulum DIII Kesehatan Gigi tahun 2003 pada tanggal 21 Juni 2008 di Hotel Ungaran Cantik Kab. Semarang yang dilakukan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Depkes Semarang dengan melibatkan institusi pelayanan kesehatan gigi di puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan tingkat kabupaten/kota, Dinas Kesehatan tingkat provinsi, organisasi PPGI dan PDGI, Pejabat di lingkungan Politeknik Kesehatan Depkes Semarang serta menyerap aspirasi daerah tentang kebutuhan kompetensi lokal dan rekomendasi pendayagunaan lulusan. Selain itu juga perlu dipertimbangkan jenjang pendidikan perawat gigi yang ada yaitu :

  • DIV Perawat Gigi Pendidik
  • DIV Gigi Komunitas
  • DIV Perawat Gigi Spesialistik
  • DIV Perawat Gigi Spesialistik Bedah Mulut dan Orthodontie
  • DIV Perawat Gigi Spesialistik Prosthodontie


B. Tujuan

Tersusunnya kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi.

C. Kompetensi dan unjuk kerja perawat gigi Indonesia berdasarkan Standar Profesi Perawat Gigi dan Kode Etik Perawat Gigi

D. Draft Keilmuan Keperawatan Gigi

Berdasarkan kajian pada peraturan pemerintah yang telah diterbitkan dan masukan pada kegiatan evaluasi kurikulum yang telah dilaksanakan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Semarang serta kajian terhadap kurikulum DIII Keperawatan dan kajian terhadap kursus keperawatan gigi di Malaysia, maka dapat di susun draft keilmuan Keperawatan Gigi sebagai berikut :

Ilmu Pengetahuan Umum

  • Agama
  • Pancasila
  • Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia

Ilmu Pengetahuan Dasar

  • Bahasa Inggris
  • Anatomi Umum dan Fisiologi
  • Mikrobiologi
  • Ilmu Obat-obatan
  • Gizi
  • Fisika Medik
  • Pengendalian Infeksi
  • Ilmu Penyakit Umum

Ilmu Pengetahuan Perilaku

  • Psikologi
  • Sosiologi
  • Etika Profesi
  • Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • Epidemiologi
  • Komunikasi Terapeutik

Ilmu Pengetahuan Gigi

  • Pemeliharaan dan Perawatan Alat
  • Anatomi Gigi
  • Penyakit Gigi dan Mulut
  • Pengawetan Gigi
  • Perlindungan Khusus
  • Pencabutan Gigi
  • Ilmu Bahan Gigi
  • Asistensi Kedokteran Gigi

Ilmu Keperawatan Gigi

  • Kebutuhan Dasar Manusia
  • Asuhan Keperawatan Gigi
  • Diagnosa Keperawatan Gigi
  • Dokumentasi Keperawatan Gigi
  • Keperawatan Gigi Anak Prasekolah
  • Keperawatan Gigi Anak Sekolah
  • Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa
  • Keperawatan Gigi Lansia
  • Keperawatan Gigi Spesialistik
  • Keperawatan Gigi Penderita Keadaan Khusus
  • Keperawatan Gawat Darurat
  • Pendidikan Kesehatan Gigi

Ilmu Manajemen

  • Manajemen Kesehatan
  • Asuransi Kesehatan Gigi
  • Sistem Informasi Kesehatan
  • Komputer

Karya Tulis Ilmiah

  • Metodologi Penelitian
  • Statistik dasar

Program Pengayaan

  • Media Komunikasi
  • Kewirausahaan
  • Olah Raga
  • Bahasa dan Seni

Struktur keilmuan tersebut perlu dipertimbangkan dari sisi jenjang pendidikan perawat gigi yaitu untuk DIII, DIV atau yang lebih tinggi. Pada penjambaran selanjutnya akan di paparkan adalah draft kurikulum DIII Keperawatan Gigi sedangkan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui kajian yang lain.

E. Draft struktur program DIII Keperawatan Gigi

… … … … … … … … … … … … … dst.

Maka . . . . . .

KOMPETENSI LULUSAN:

  • Menata ruang klinik gigi
  • Menerapkan manajemen penerimaan pasien
  • Mengelola dokumen di klinik gigi
  • Menerapkan sistem finansial
  • Mengelola klinik gigi
  • Mengaplikasikan pengendalian infeksi silang
  • Mempersiapkan dan melaksanakan asistensi pelayanan kesehatan gigi
  • Memelihara peralatan kedokteran gigi
  • Membuat media komunikasi
  • Menyusun panduan pelihara diri kesehatan gigi dan mulut
  • Menyuluh dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut
  • Memberikan konseling mengenai pelihara diri kesehatan gigi dan mulut
  • Melatih kader kesehatan gigi
  • Melaksanakan pemeriksaan gigi dan mulut
  • Melaksanakan pembersihan plak, stain dan kalkulus
  • Melaksanakan pencegahan penyakit gigi dan mulut
  • Memelihara kebersihan gigi dan mulut pada orang dengan keterbatasan (mental, fisik, pasien rawat inap, jompo)
  • Melaksanakan pertolongan pertama pada pasien dengan rasa sakit
  • Melaksanakan penjaringan kesehatan gigi dan mulut di komunitas
  • Melaksanakan penumpatan gigi satu bidang
  • Melaksanakan pencabutan gigi sulung non-invasif
  • Melaksanakan rujukan pelayanan kesehatan gigi
  • Mengelola pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada individu dan masyarakat
  • Membuat usulan penelitian dalam bidang kesehatan gigi dan mulut
  • Membuat karya tulis ilmiah

PENDIDIKAN LANJUT

Lulusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Denpasar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke Diploma IV maupun S-I pada Program Studi/Fakultas Kesehatan Masyarakat (Public Health) di dalam maupun di luar negeri seperti UI, UGM. UNAIR, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin dll.Untuk luar negeri beberapa negara yang menjadi tujuan antara lain : Malaysia, Singapura, Muangthai, Australia, Hawaii dan Amerika.

PELUANG KARIER

Berbagai peluang lapangan pekerjaan terbuka luas bagi ahli madya kesehatan gigi. Di lingkungan Pemerintahan seperti Departemen Kesehatan untuk penempatan di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas; Begitu pula di sektor swasta baik di dalam maupun di luar negeri, seperti rumah sakit swasta, dan perusahaan komersial sebagai tenaga perawat gigi.< by tkj Denpasar>

Kumpulan Materi/Buku/Artikel> Penunjang :
*Konsep four Handed Dentistry (Konsep empat Tangan Kedokteran Gigi):

*to be continue . . . . . . . .




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: